Turun ke Jalan, Guru dan Siswa Muha Geruduk Balai Muhammadiyah

Kemarin, Ahad (21/10/2018)  civitas SMA Muhammadiyah 2 Surakarta mulai dari guru, staf karyawan, dan siswa siswinya turun kejalan, menuju Balai Muhammadiyah yang ada di kawasan Keprabon. Bukan untuk demo atupun protes, tetapi mereka semua mengikuti Jalan sehat Milad Muhammadiyah ke 109.

Dari pantauan tim kami, sejak pukul enam kurang sudah banyak yang hadir di halaman parkir yang tersebar di beberapa titik. Kebanyakan para peserta memarkirkan motor mereka di kawasan pasar triwindu. Sementara titik kumpul pemberangkatan ada di depan pintu gerbang Gedung Balai Muhammadiyah Surakarta. Tepat pukul 06.20 WIB acara jalan sehat dimulai.

Acara dimulai dengan pengarahan yang diberikan oleh panitia. “Peserta Jalan sehat harus menjaga akhlaq mulia, dan tidak mengeluarkan yel yel yang tidak baik. Karena kita saat ini bersamaan dengan Car Free Day” demikian arahan dari salah seorang panitia. Panitia juga menginformasikan bahwa nantinya perhelatan milad Muhammadiyah juga akan diselenggarakan di Solo.

Peserta Dari Berbagai Lapisan

Peserta jalan sehat terdiri dari berbagai lapisan. Baik usia maupun asal amal usahanya. Hal ini terlihat dari seragam yang dikenakan oleh para peserta. Sebagai penanda sebelum dilakukan start, panitia melakukan¬† pelepasan balon ke udara. Salah satu peserta pagi itu adalah Alifian Harits salah satu alumni SMA Muhammadiyah 2 Surakarta yang tahun 2018 kemarin. “Senang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan Muhammadiyah ini” demikian tutur alumni yang pada saat itu memegang stik snare drum.

Cerita lainnya keluar dari salah satu peserta Jalan sehat bernama Mustika Rini siswa kelas X IPS 2 . “Saya berangkat dari rumah am enam kurang. Senang bisa ikut karena bisa kumpul sama teman-teman” ungkapnya ketika akan beralan menuju ke depan gedung. Pendapat lain juga diungkapkan oleh Dwi dari IPS. “Senang bisa ikut kegiatan jalan sehat, meskipun harus bangun pagi di hari minggu. Tapi rute nya kali ini sangat jauh, tidak seperti tahun sebelumnya” Ungkapnya ketika itu. memang benar, rute jalan sehat tahun ini berbeda dengan tahun lalu yang lebih pendek. Rute yang dilewati dirasa sebagian peserta terlalu jauh karena memutar sampai ke Baron baru kembali ke Balai Muhammadiyah di Keprabon. (CAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *