Tanggap Covid-19, Paket Sembako Muhaska Leluasa Terlepas

Pandemi Covid-19 yang tiada berakhir ini mengakibatkan beberapa masalah timbul. Selain satuan pendidikan yang menuntut mengarahkan pembelajaran daring dari gerha masing-masing, masalah yang pelik pun muncul. Salah satu problematika yang timbul ini adalah dampak ekonomi keluarga. Bagi mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, finansial keluarga dalam perkara asupan pangan pun menjadi terkendala. Hal itu disebabkan oleh beberapa tempat yang membutuhkan pekerjaan mereka sementara tidak beroperasi. Akibatnya, beberapa satuan pendidikan terutama di Solo menunda gaji para guru dan karyawan. Hal itu lazim saja, mengingat penghasilan wali murid tidak didapatkan.

“Pandemi Covid-19 ini sudah parah. Walaupun sekolah kita sedang sulit, kita harus tetap membantu para orang tua siswa yang tidak mampu,” ujar Ibu Sri Darwati selaku kepala sekolah dan penanggung jawab agenda Muhaska tanggap Covid-19.

Bantuan dari muhasolo yang diberikan kepada keluarga siswa yang duafa berbentuk sembako, penyanitasi tangan, dan masker. Bantuan sembako dibagikan dengan mendata beberapa keluarga siswa yang tidak mampu tiap kelas. Selain itu, masker dan penyanitasi tangan diberikan bagi masyarakat lingkungan sekolah.

Tampak pada hari pertama pembagian, pengurus IPM SMA Muhammadiyah 2 Surakarta juga kompak bergerak memberikan masker kepada pengendara jalan yang belum memakai. Tak luput handsanitizer juga diberikan kepada beberapa pengendara, ojek online, abang becak dan lain sebagainya.

“Alhamdulilah, dalam rangka Bakti Sosial FGM SMA MuhSurakarta peduli sesama, tanggap bencana Covid 19*
Membagikan 100 paket Sembako, 382 masker dan hand sterillizer pada siswa dan lingkungan sekolah, ” ujar Bu Darwati ketika memberikan keterangan kepada guru Muhasolo.

Kegiatan pembagian dan pengiriman bantuan digarap langsung oleh guru dan karyawan muhasolo. Semua pihak turut andil dalam kegiatan ini yang ditunaikan pada hari Senin dan Selasa 13-14 April 2020. Kendala yang dialami guru ketika mendistribusikan bantuan sembako ini adalah alamat keluarga siswa yang terpantau jauh letaknya. Oleh karena itu, beberapa guru mengalami kesulitan sampai harus bertanya-tanya kepada masyarakat setempat.

Sedikit-sedikit tersesat, lama-lama jadi berkat.
Demikian peribahasa baru yang tercipta dari benak para panitia Muhasolo tanggap Covid-19.

“Semoga lelah yang kami daya dan upayakan mampu membantu para keluarga yang membutuhkan,” Ujar Ustaz Iqbal ketika masih disibukkan mencari alamat.

Harapan juga muncul dari guru lain yang terjun langsung dalam sesi pembagian sembako. Yusuf, salah seorang guru ISMUBA berkata “Harapannya menjalin hubungan silaturahmi dengan siswa dan wali murid. Membantu meringankan wali siswa yg terdampak pandemi corono, mngkin sepi orderan, kena PHK atau dirumahkan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *