Turun ke Jalan, Guru dan Siswa Muha Geruduk Balai Muhammadiyah

Kemarin, Ahad (21/10/2018)  civitas SMA Muhammadiyah 2 Surakarta mulai dari guru, staf karyawan, dan siswa siswinya turun kejalan, menuju Balai Muhammadiyah yang ada di kawasan Keprabon. Bukan untuk demo atupun protes, tetapi mereka semua mengikuti Jalan sehat Milad Muhammadiyah ke 109.

Dari pantauan tim kami, sejak pukul enam kurang sudah banyak yang hadir di halaman parkir yang tersebar di beberapa titik. Kebanyakan para peserta memarkirkan motor mereka di kawasan pasar triwindu. Sementara titik kumpul pemberangkatan ada di depan pintu gerbang Gedung Balai Muhammadiyah Surakarta. Tepat pukul 06.20 WIB acara jalan sehat dimulai.

Acara dimulai dengan pengarahan yang diberikan oleh panitia. “Peserta Jalan sehat harus menjaga akhlaq mulia, dan tidak mengeluarkan yel yel yang tidak baik. Karena kita saat ini bersamaan dengan Car Free Day” demikian arahan dari salah seorang panitia. Panitia juga menginformasikan bahwa nantinya perhelatan milad Muhammadiyah juga akan diselenggarakan di Solo.
Continue reading

Serahkan Bantuan Gempa Palu, Alumni Sambangi Muha

Paguyuban “Alumni Amanah Muha 89” hari ini Senin (15/10/2018) mendatangi SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Bukan untuk reuni atau temu kangen, namun ada misi besar yang ingin mereka tunaikan. Pagi ini mereka menyerahkan bantuan untuk Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Penyerahan donasi diterima oleh Bapak Suryani dan Ibu Sardiyem. Pada kesempatan tersebut, perwakilan Alumni 89 menyampaikan sejumlah uang cash dan beberapa kardus yang berisi pakaian, sarung, baju, air mineral dan alat keperluan wanita. “Ini semua dari kami Alumni 89, diantaranya ada pakaian dan sarung. semuanya baru tidak ada yang pantas pakai” ungkap Bapak Haryono yang diamini oleh rekan rekannya. “Untuk uang cash, kami sampaikan sebesar 5 (lima) juta rupiah” demikian tambahnya bersemangat.
Continue reading

Penuh Kesan, Akhirnya Diklat Usai

Wajah sumringah tampak terpancar dari wajah siswa siswi SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Setelah sehari semalam mereka mendapat bimbingadan materi dari berbagai narasumber dan pelatih dari TNI AD, hari ini mereka akan mengakhiri rangkaian kegiatan LDK Baitul Arqam keempat.

Acara penutupan sendiri masih

 

bertempat di gedung dan aula yang sama. Ditemani oleh para guru pendamping dan juga pelatih, anak-anak tampak antusias mengikuti sesi terakhir ini. Rasa capek masih terasa, namun tampak tidak dihiraukan. Padahal sebelumnya mereka berpeluh keringat dalam acara latihan baris berbaris. Pada sesi latihan baris berbaris ini, siswa dibawah bimbingan Bapak Rudy dan Bapak Kusnanto. Yang menarik adalah, ternyata Bapak Rudy ini alumni SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Jadi bisa dikatakan selama dua hari ini beliau melatih adik kelasnya sendiri.

Continue reading

SETIAP KALIAN ADALAH PEMIMPIN

“Setiap kalian adalah pemimpi, dana akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”. Hadits diatas membuka sesi keempat dari Diklat Kepemimpinan dan Baitul Arqam SMA Muhammadiyah. Bapak Suyanto dengan atraktif menyampaikan materi kepemimpinan pada sore ini.

Suasana menjadi lebih hidup ketika Farhan sebagai ketua kelas X MIPA Full Day dan Ahmed Yazid ketua kelas XI MIPA Full day. “Pemimpin adalah kepala bagi badannya. Dia harus bisa menggerakkan anggota tubuhnya yang lain untuk kebaikan” terang Yazid ketika ditanya apa itu pemimpin. Tepuk tangan menggema ketika keduanya selesai menyampaikan pendapat mereka.

Continue reading

PAPARKAN BAHAYA NARKOBA, WAKASAT SAT RES NARKOBA SAMBANGI LDK-BAITUL ARQAM MUHA

“Narkoba, NO! Prestasi, YES! Teriak peserta Diklat Kepemimpinan Baitul Arqam menggema di Lantai Dua Gedung Madinah. Yel yel yang dipimpin oleh Bapak Dalyanto, SH. MH terdengar bersemangat diucapkan dalam materi ketiga, yang disampaikan oleh narasumber yang saat inimenjabat sebagai KANIT II RES Narkoba itu.

Dalam pemaparan bahaya narkoba tersebut, narasumber menyebutkan beberapa kasus yang pernah ditangani dan berhasil diungkap. Disamping itu, beliau juga menyampaikan Peta Rawan Tindak Narkoba di Kota Surakarta. “Di Solo ini, pengedar narkoba rata-rata adalah awalnya dari pengguna” terangnya.
Continue reading